Laporan Praktikum
Ilmu Hama Tumbuhan Dasar

PENGAMATAN HAMA DAN GEJALA KERUSAKAN
PADA KOMODITAS PERTANIAN DI DAERAH CINANGNENG

Disusun oleh:
Ismawati (A34080080)

Dosen :
Dr. Ir. Nina Maryana, M.Sc.
Dr. Ir. I Wayan Winasa, M.Sc.

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hama merupakan organisme yang mengganggu tanaman baik tanaman pertanian maupun tanaman perkebunan dan juga dapat menimbulkan kerugian secara ekonomi baik dalam hal kualitas maupun kuantitas dari tanaman tersebut. Kebanyakan tipe-tipe tumbuhan, termasuk segala jenis hasil-hasil tanaman yang sedang tumbuh diserang dan dirusak oleh serangga. Kerusakan yang disebabkan oleh serangga sebagian besar disebabkan karena dimakan oleh serangga tersebut untuk kelangsungan hidupnya atau bertelurnya pada tumbuhan. Kerusakan ini bervariasi dari pengurangan hasil panennya sampai ke penghacuran sempurna dari tumbuhan tersebut. Hama terdapat dalam berbagai golongan mulai dari monofag,oligofag dan polifag biasanya menyerang tanaman dari satu famili dalam berbagai spesies, menyerang tanaman beberapa famili dalam berbagai spesies dan juga menyerang tanaman berbagai spesies dalam satu famili. Hama di suatu areal dapat memiliki jumlah populasi yang tinggi jika tidak terdapat musuh alami dan juga dalam suatu areal hama dapat memiliki populasi yang sedikit jika terdapat musuh alami disekitar areal tersebut baik predator maupun parasitoid.

B. Tujuan
Fieldtrip yang dilakukan di Cinangneng pada tanggal 01 Mei 2010 bertujuan untuk mengamati berbagai hama yang menyerang areal tanaman pertanian secara langsung. Pengamatan langsung yang dilakukan di lapang tersebut juga bertujuan untuk mengetahui gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh hama serta mengetahui berbagai inang yang merupakan tempat hidup dan makan serangga hama tersebut. Selain itu, pengamatan lansung di lapang juga dilakukan untuk mengetahui parasitoid, predator atau musuh alami di alam yang berguna sebagai agens pengendali hayati bagi hama yang menyerang suatu tanaman.

BAHAN dan METODE

A. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam pengamatan langsung di lapang ini adalah buku dan alat tulis untuk mencatat semua hama yang ditemukan di lapang, serta mencatat gejala yang ditimbulkanya. Sedangkan bahan yang digunkan adalah bahan tanaman yang ada di lapang yaitu, padi, terung, bawang daun, sawi (caisin), oyong dan jambu Bangkok.

B. Metode
Metode yang dilakukan adalah dengan cara pengamatan secara langsung ke areal pertanaman bahan tanaman yang terserang. Mulai dari pertanaman padi sampai jambu Bangkok dengan mengamati dan mencatat hama yang ditemukan dan mencatat gejala-gejala yang ditimbulkan oleh hama tersebut.


HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

No Komoditas Hama Gejala Keterangan
1. Sawi (Caisin)
Famili: Cruciferae Ordo : Diptera
Famili: Agromyzidae
Liriomyza sp. Korokan

Ordo : Othoptera
Famili : Acrididae
Gerigitan
Ordo : Coleoptera
Famili: Coccinellidae
Lubang pada daun
Ordo : Coleoptera
Famili: Staphylinidae Lubang pada daun
Ordo : Hemiptera
Famili : Delphacidae Klorosis dan nekrosis
2. Oyong Ordo : Diptera
Famili: Agromyzidae
Liriomyza sp. (larva) Korokan linear

Ordo : Othoptera
Famili : Acrididae
Gerigitan

Ordo : Lepidoptera (larva)
Gerigitan
Ordo : Coleoptera
Famili : Chrysomelidae
Aulacopora sp.(larva) Gerigitan
Ordo : Thysanoptera
Famili : Tripidae Bercak keperakan
Ordo : Hemiptera
Famili : Cicadellidae
Empoasca sp. Nekrosis

3. Terong Ordo : Orthoptera
Famili : Acrididae Gerigitan

Ordo : Coleoptera
Famili : Coccinellidae (larva) Lubang pada daun

Ordo : Hemiptera
Famili : Cicadellidae Nekrosis

Ordo : Diptera
Famili: Agromyzidae
Liriomyza sp. (larva) Korokan
4. Padi (vegetatif) Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Pomacea canaliculata Gerigitan (ada telur pada batang padi)

Ordo : Diptera
Famili: Agromyzidae
Liriomyza sp. (larva) Korokan

Ordo : Lepidoptera
Famili : Pyralidae
Scirpophaga incertulas Gerekan pada batang
Ordo : Orthoptera
Famili : Acrididae Gerigitan

Ordo : Hemiptera
Famili: Pentatomidae Klorosis
Ordo : Lepidoptera
Famili: Hesperiidae
Pelopidas sp. Daun yang melipat
Ordo : Hemiptera
Famili: Cicadellidae
Nephotettix sp. Nekrosis
5. Padi (generatif) Ordo : Coleoptera
Famili : Coccinellidae (larva) Gerigitan

Ordo : Hemiptera
Famili : Alydidae
Leptocorisa oratorius Klorosis dan nekrosis

Ordo : Lepidoptera
Famili : Hesperiidae
Pelopidas sp. Daun yang melipat
Ordo : Hemiptera
Famili : Pentatomidae Klorosis

6. Daun bawang Ordo : Orthoptera
Famili : Acrididae Gerigitan

Ordo : Diptera
Famili: Agromyzidae
Liriomyza sp. (larva) Korokan linear

Ordo : Hemiptera
Famili : Cicadellidae Klorosis dan nekrosis
Ordo : Lepidotera
Famili : Noctuidae
Spodoptera exigua Lubang pada daun
7. Jambu Bangkok Ordo : Coleoptera
Famili: Atelabidae Daun yang menggulung

Ordo : Lepidoptera
Famili : Psychidae Window paning

Ordo : Lepidoptera
Famili : Pyralidae Daun yang terjalin

Ordo : Diptera
Famili : Tephritidae
Bactrocera dorsalis Lubang pada buah
Ordo : Lepidoptera
Famili: Lasiocampidae
Traballa sp. Gerigitan

Ordo : Orthoptera
Famili : Acrididae Gerigitan

Pembahasan
Hama adalah makhluk hidup yang menjadi pesaing, perusak, penyebar penyakit, dan pengganggu semua sumber daya yang dibutuhkan manusia. Definisi hama bersifat relatif dan sangat antroposentrik berdasarkan pada estetika, ekonomi, dan kesejahteraan pribadi yang dibentuk oleh bias budaya dan pengalaman pribadi. Pengkategorian serangga hama didasarkan pada sumber daya yang dipengaruhinya. Tiga kategori umum hama serangga adalah hama estetika, hama kesehatan, serta hama pertanian dan kehutanan. Hama estetika mengganggu suasana keindahan, kenyamanan, dan kenikmatan manusia. Hama kesehatan menimbulkan dampak pada kesehatan dan kesejahteraan manusia berupa luka, ketidaknyamanan, stress, sakit, pingsan, dan bahkan kematian. Sekitar 50% dari seluruh jenis serangga penghuni bumi merupakan serangga herbivora yang dapat merusak tanaman pertanian dan kehutanan secara langsung atau pun tidak langsung. (http://massofa.wordpress.com)
Fieldtrip ini bertujuan untuk melakukan pengamatan secara langsung yang dilakukan terhadap beberapa jenis komoditas tanaman yang terdapat di desa Cinangneng dengan mengamati jenis hama yang menyerang dan gejala kerusakan yang disebabkan oleh hama yang menyerang tanaman tersebut. Tanaman yang diamati secara langsung antara lain: padi, terung, bawang daun, caisin, oyong dan jambu Bangkok.
Pada tanaman padi, dilakukan pengamatan pada dua tipe pertumbuhan yakni pada fase pertumbuhan vegetatif dan fase pertumbuhan generatif. Pada fase pertumbuhan vegetatif gejala yang terjadi yakni gejala sundep yang disebabkan oleh hama penggerek batang padi kuning ( Scirpophaga incertulas), dimana hama penggerek batang padi ini menyerang bagian tengah padi. Gejala sundep ini memiliki warna cram coklat pada bagian batang yang terserang serta mengeluarkan bau yang tidak sedap karena adanya pembusukkan oleh air pada bagian bawah batang padi yang mengalami penggerekan. Selain itu ditemui juga Pelopidas sp. (Lepidoptera:Hesperiidae) dengan gejala adanya lipatan pada daun padi, keong mas ( Pomacea caniculata) dengan gejala gerigitan, Wereng hijau (Nephotettix spp) terutama menyerang daun dan berperan sebagai vektor penyakit virus tungro. arva Liriomyza sp. (Diptera:Agromyzidae) yang menyebabkan gejala korokan, Pentatomidae (Hemiptera) yang menyebabkan gejala klorosis dan Acrididae (Orthoptera)yang menyebabkan gejala gerigitan, Pengendalian diutamakan dengan menanam varietas yang resisten, pengaturan pola tanam, penanaman secara serentak, rotasi tanaman secara serentak. Pembakaran sisi tanaman dapat memutus siklus hidup wereng coklat.
dan kepiding tanah Scotinophora dari famili Pentatomidae.
Gejala pada fase generatif disebut gejala beluk yang disebabkan oleh hama dari ordo Hemiptera. Gejala ini menyebabkan bulir padi kosong dan berwarna coklat keputih-putihan dan juga batang padi yang terserang menjadi tegak karena bulir padi kosong dimana tangkai malai dalam batang dipotong larva sehingga malai padai menjadi hampa. Selain itu ada juga Walang sangit (Leptocoriza oratorius) baik nimfa maupun imago melakukan serangan dengan cara menghisap cairan buah, menyebabkan buah jadi hampa. Bekas tusukannya berwarna bercak putih dan lama-kelamaan menjadi coklat atau hitam karena ditumbuhi cendawan Helminthosporium. Pengendalian dengan melakukan penanaman serentak, atau penyemprotan insektisida, Wereng coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman muda yang terserang akan menguning dan mati, tanaman tua pertumbuhannya akan merana dan bulir padi akan hampa. Wereng coklat menghisap cairan tanaman sehingga pada tanaman padi yang terserang secara luas terlihat gejala terbakar (hopper burn) yang sering disebut puso.Pengendalian diutamakan dengan menanam varietas yang resisten, pengaturan pola tanam, penanaman secara serentak, rotasi tanaman secara serentak. Pembakaran sisi tanaman dapat memutus siklus hidup wereng coklat.
Tanaman terung yang diamati terlihat adanya beberapa hama yang menyerang yakni Liriomyza sp (Diptera:Agromyzidae) menyebabkan gejala korokan, Acrididae (Orthoptera) menyebabkan gejala gerigitan, larva Coccinellidae (Coleoptera) dapat menyebabkan gejala lubang pada daun dan Cicadellidae (Hemiptera) dapat menyebabkan gejala nekrosis.
Pada tanaman bawang daun yang diamati terdapat beberapa hama yang menyerang tanaman tersebut, antara lain Acrididae (Orthoptera) menyebabkan gejala gerigitan, larva Liriomyza sp. (Diptera:Agromyzidae) menyebabkan gejala korokan linear, Cicadellidae (Hemiptera) menyebabkan gejala klorosis dan nekrosis, dan Spodoptera exigua (Lepidoptera: Noctuidae) menyebabkan gejala lubang pada daun.
Gejala yang sering timbul pada sawi atau caisin yang merupakan serangan dari hama tanaman yakni gejala korokan, lubang pada daun, dan gejala klorosis serta nekrosis. Gejala korokan disebabkan oleh Liriomyza sp. (Diptera:Agromyzidae). Liriomyza sp. ini menyerang daun sawi dan hanya meninggalakan epidermis atas dan epidermis daunnya saja. Lubang pada daun disebabkan hama dari ordo Coleoptera, yaitu Coccinellidae dan Staphylinidae. Gejala nekrosis dan klorosis pada sawi disebabkan oleh wereng coklat (Hemiptera:Delphacidae). Gejala klorosis dan nekrosis ini terjadi karena wereng coklat menghisap cairan yang ada pada jaringan daun sawi. Gejala gerigitan disebabkan oleh Acrididae ( Ordo: Othoptera).
Pada komoditas Oyong yang diamati, ditemukan beberapa hama penting yang menyerang tanaman tersebut yakni oleh Liriomyza sp. (Diptera:Agromyzidae) yang menyebabkan gejala korokan linear, gejala gerigitan yang disebabkan oleh larva Lepidoptera, Acrididae (Orthoptera), larva Aulacopora sp. (Coleoptera: Chrysomelidae), gejala keperakan yang disebabkan oleh Triphidae (Thysanoptera), trips yang menyebabkan gejala keperakkan ini selalu bersembunyi di balik daun oyong, karena merupakan hama yang tidak bisa terkena cahaya matahari secara langsung dan gejala nekrosis yang disebabkan oleh Empoasca sp.( Hemiptera:Cicadellidae). Empoasca sp. Ini merupakan hama yang paling banyak menyerang tanaman oyong.
Serangan hama pada jambu Bangkok menimbulkan gejala gerigitan, daun menggulung, window panning, daun terjalin dan lubang pada buah. Hama yang menyebabkan gejala gerigitan yaitu Traballa sp. (Lasiocampidae: Lepidoptera) dan Acrididae (O: Orthoptera), gejala daun menggulung disebabkan oleh Atelabidae (Coleoptera), window panning yang disebakan oleh Psychidae (Lepidoptera), gejala daun terjalin yang disebabkan oleh Pyralidae (Lepidoptera), dan gejala lubang pada buah yang disebabkan oleh Bactrocera dorsalis (Diptera: Tephritidae).

KESIMPULAN

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktek istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan dan di areal pertanaman didominasi oleh serangga. Hama juga makhluk hidup yang menjadi pesaing, perusak, penyebar penyakit, dan pengganggu semua sumber daya yang dibutuhkan manusia. Pada tujuh komoditas yang diamati hampir seluruh tanaman diserang oleh hama dan gejala yang ditimbulkan pada masing-masing tanaman memiliki perbedaan. Pengendalian lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengatasi kerugian yang ditimbulkan dari serangan hama ini.

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto, E., T. Suhartini, dan E. Rahayu. 2001. Sawi dan Selada. Penebar Swadaya. Jakarta. 117 p.
[Anonim] http://massofa.wordpress.com (08 Mei 2010)
[Anonim] http:// www.scribd.com/doc/8735556/Jambu-Biji (08 Mei 2010)

Comments are closed.